Posts filed under 'lalu lintas'

lalulintas

 cara mudah cari data kecepatan perjalanan

Saya ada sedikit pemikiran terutama bagi rekan rekan yang kerjanya di perencanaan atau manajemen dan rekayasa lalu lintas yang butuh data data yang instant dan cepat sebagai bahan analisis terutama kecepatan perjalanan. Memang konsep ini sangat sederhana akan tetapi dapat sebagai referensi di dalam menentukan kebijakan manajemen lalu lintas. Akan tetapi sangat mempengaruhi terhadap kantong yang selama ini ada dana untuk biaya survey menjadi tidak ada sama sekali abissssss deh. Di seoul, di dalam mencari kecepatan perjalanan kendaraan dibangun system wireless detector di tiap tiap simpang kemudian pemerintah memberikan semacam detector yang dipasang di tiap kendaraan sample sebanyak 1800 buah secara gratis, coba hitung berapa besar biaya untuk membangun system itu . Kemudian detector tersebut akan mendetecsi setiap kendaraan yang melalui persimpangan di beberapa tempat kemudian data di kirim ke ruang kendali. Kebetulan di Dishub Kota Pekanbaru dan beberapa vendor kendaraan umum telah memasang gps, dimana peralatan tersebut adalah untuk mendeteksi lokasi kendaraan patroli kapan aja dan dimana aja (jadi anggota patroli nggak bs macam macam deh) akan tetapi di dalam gps tersebut juga dapat mendeteksi kecepatan kendaraan pada ruas ruas jalan. Kapan aja. Peralattan ini saat ini juga udah di jual bebes dengan harga 3 juta rupiah tinggal kita bayar biaya gprs aja paling mahal 50 ribu sebulan Selain itu peralatan gps yg dimiliki di mobil patroli dishub aku juga bekerjasama dengan penyedia jasa taxi yang memiliki 250 buah armada secara tidak langsung udah punya sample sebayak 250 kendaraan yang tiap waktu mondar mandir di dalam kota. Artinya kita kan dapat data secara acak kendaraan dan kecepatan kendaraan tersebut di tiap ruas jalan. Disitu kita dapat mengambil data kecepatan setiap saat dan setiap waktu dan data tersebut tersimpan di history sehingga data yang telah lampau pun masih bisa diakses. Memang kondisi ini kurang masuk akal dan kurang representative pengambilan datanya apabila sample gpsnya sedikit sehingga kemungkinan kendaraan melalui suatu ruas jalan juga semakin kecil, akan tetapi menurut hemat saya ini lebih akurat dari pada menggunakan survey MCO apalagi sample yang di dapatkan Cuma sedikit sekalii jd biasnya lebih besar. Ya memang kelemahannya nanti adalah jumlah sample yang dimiliki semakin banyak yang menggunakan gps ya semakin banyak data yang kita kumpulkan apalagi kalau di perkotaan dengan menggunakan taxi semakin manyak maka data yang dikumpulkan jg semakin banyak. Sebetulnya konsep penggunaan gps untuk angkutan umum khususnya AKAP dan AKDP adalah sangat di terapkan atau digunakan sebagai perlengkapan standart, sehingga regulator dapat manfaat yang cukup banyak dengan adanya peralatan ini contohnya : Penyimpangan Trayek gampang diatasi karena dia termonitor. Jumlah kendaraan yang operasi dan tidak beroperasi juga termonitor. Dapat mengetahui kondisi lalu lintas terkini karena lokasi kendaraan juga termonitor. Data kecepatan ruas jalan nasional dan propinsi di ketahui. Tinggal apa yang kita mau. Ya mungkin ini hanya sekedar ide yang kami coba yang kebetulan di kami ada dari pada beli alat detector kecepatan yang masih cukup mahal sedangkan yang ini digunakan menggunakan jasa internet dan berkawan dengan penyedia jasa gps. Aku butuh masukan kira kira ada lagi nggak yg lebih gampang untuk mencari data yang kita butuhkan dapat tercapai dengan biaya yang terjangkau, Sehingga prinsip biar rugi dikit tapi untung banyak dapat kita capai, yaaa hanya sekedar untuk mengganjal perut, ngganti genting rumah ama jalan jalan ke eropa lah kata mas Gaguk Kartolo.

Add comment Februari 14, 2009

cara mudah cari data kecepatan perjalanan

Saya ada sedikit  pemikiran  terutama bagi rekan rekan yang kerjanya di perencanaan atau manajemen dan rekayasa lalu lintas yang butuh data data yang  instant dan cepat sebagai bahan analisis  terutama kecepatan perjalanan.

 

Memang konsep ini sangat sederhana  akan tetapi  dapat sebagai referensi di dalam  menentukan kebijakan manajemen lalu lintas. Akan tetapi sangat mempengaruhi terhadap kantong yang selama ini ada dana untuk biaya survey menjadi  tidak ada sama sekali abissssss deh.

 

 

Di  seoul, di dalam mencari kecepatan perjalanan kendaraan  dibangun system wireless detector di tiap tiap simpang kemudian pemerintah memberikan semacam detector yang  dipasang di tiap kendaraan sample sebanyak 1800 buah secara gratis, coba hitung berapa besar biaya untuk membangun system itu .

 

Kemudian detector tersebut akan mendetecsi setiap kendaraan yang melalui persimpangan di beberapa  tempat kemudian data di kirim ke ruang kendali.

 

Kebetulan di Dishub Kota Pekanbaru  dan beberapa vendor kendaraan umum telah memasang  gps, dimana peralatan tersebut adalah untuk mendeteksi  lokasi kendaraan patroli kapan aja dan dimana aja (jadi anggota patroli nggak bs macam macam deh) akan tetapi di dalam gps tersebut juga dapat mendeteksi kecepatan kendaraan  pada ruas ruas jalan. Kapan aja.

 

Peralattan ini saat ini juga udah di jual bebes dengan harga  3  juta rupiah tinggal kita bayar biaya gprs  aja paling mahal  50 ribu sebulan

 

Selain itu peralatan gps yg dimiliki di mobil patroli dishub aku juga bekerjasama dengan penyedia jasa taxi  yang memiliki 250 buah armada secara tidak langsung udah punya sample  sebayak 250 kendaraan yang tiap waktu mondar mandir di dalam kota.

 

Artinya kita kan dapat data secara acak kendaraan dan kecepatan kendaraan tersebut di tiap ruas jalan. Disitu kita dapat mengambil data kecepatan setiap saat dan setiap waktu dan data tersebut tersimpan di history sehingga data yang telah lampau pun masih bisa   diakses.

 

Memang kondisi ini kurang masuk akal dan kurang representative pengambilan datanya apabila sample gpsnya sedikit sehingga kemungkinan kendaraan melalui suatu ruas jalan juga semakin kecil, akan tetapi menurut hemat saya ini lebih akurat dari pada  menggunakan survey MCO apalagi sample yang di dapatkan  Cuma sedikit sekalii jd biasnya lebih besar.

 

Ya memang kelemahannya nanti adalah jumlah sample yang dimiliki  semakin banyak yang menggunakan gps ya semakin banyak data yang kita kumpulkan  apalagi kalau di perkotaan dengan menggunakan taxi semakin manyak maka data yang dikumpulkan jg semakin banyak.

 

Sebetulnya konsep penggunaan gps untuk angkutan umum khususnya AKAP dan AKDP adalah sangat di terapkan atau digunakan sebagai perlengkapan standart, sehingga regulator dapat manfaat yang cukup banyak dengan adanya peralatan ini contohnya  :

  1. Penyimpangan Trayek gampang diatasi karena dia termonitor.
  2. Jumlah  kendaraan yang operasi dan tidak beroperasi juga termonitor.
  3. Dapat mengetahui kondisi lalu lintas terkini  karena lokasi kendaraan juga termonitor.
  4. Data kecepatan ruas jalan nasional dan propinsi di ketahui.

 

Tinggal apa yang kita mau.

 

Ya mungkin ini hanya sekedar  ide yang kami  coba yang kebetulan di kami ada dari pada beli alat detector kecepatan  yang  masih cukup mahal sedangkan yang ini digunakan  menggunakan jasa internet dan berkawan dengan penyedia jasa gps.

 

Aku butuh masukan kira kira  ada lagi nggak yg lebih gampang untuk mencari data yang kita butuhkan dapat tercapai dengan biaya yang terjangkau,

 

Sehingga prinsip biar rugi dikit tapi untung banyak  dapat kita capai, yaaa hanya sekedar untuk mengganjal perut, ngganti genting rumah ama jalan jalan ke eropa lah  kata mas Gaguk Kartolo.

 

 

Add comment November 24, 2008

Sepele, …tapi besar manfaatnya. toleransi dalam berlalu lintas

tahukan anda manfaatnya lampu lalu lintas.

saya akan uraikan kalo dalam bahasa jawa  bahasa bodone (baca : bodohnya) gak ada urusan dengan teori  lalu lintas,  rupanya kita itu diberikan oleh lampu lalu lintas suatu pelajaran yang sangat berharga sekali yang merupakan perenungan kita dalam berkehidupan sehari hari :

1.  kita diajarkan sabar untuk menunggu giliran,   coba kalo kita gak sabar mungkin kita bisa jantungan karena kejar tayang menunggu lampu hijaunya nyala. cuma masalahnya masyarakat kita tidak pernah belajar dari kesabaran itu yaaa tetap saja grusa grusu nak cepat sampai padahal sudah bertahun tahun naik mobil bahkan nyetir mobil ato motor. hla wong bebek aja mau antree nunggu giliran  kok.

2.  Kita Belajar toleransi dengan orang lain. pengendara itu sudah pasti mendapatkan giliran untuk mendapatkan lampu hijau (kecuali kalo lampunya yang rusak) ada diberi kesempatan untuk mengosongkan simpang yaitu diberikan waktu luang sehingga tidak ada saling tumbuk  untuk menghindari konflik, tapi apa yang terjadi kebanyakan pengendara memanfaatkan kesempatan itu untuk mengambil kesempatan sehingga sering terjadi saling ketemu ekor antrian, itu menandakan kita kurang bersyukur menerima waaktu yang diberikan, akirnya kita mengganggu jatah orang lain , kan   kacau balau jadinya …….

3.  kita diajarkan berlatih  disiplin waktu, maksud nye  coba kalo  gak disiplin waktunya hijau  kita tetep aja berhenti  ………….. kan di kemplang orang  …………. benjol benjol dah.

 

udah   3 (tiga ) aja dulu besok keluar lagi ide tambahannya  tq.

 

Add comment Mei 12, 2008


Calendar

November 2009
S S R K J S M
« Feb    
 1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
30  

Posts by Month

Posts by Category